GEMAERA.ID, Luwu – Sinergi antara ulama dan pemerintah daerah di Kabupaten Luwu kini semakin diperkuat guna menjawab berbagai tantangan keagamaan masyarakat. Upaya mempererat kemitraan ini terlihat jelas dalam prosesi pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Luwu yang dirangkaikan langsung dengan kegiatan Pembekalan Mubalig dan Mubaligah. Acara strategis ini dilangsungkan dengan khidmat di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, pada Kamis (12/02/2026).

Pucuk pimpinan MUI Kabupaten Luwu kini resmi dijabat oleh M Anang Ismail. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan kepengurusan tersebut dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Mustari Bosra. Kehadiran tokoh agama tingkat provinsi ini menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi ulama di tingkat kabupaten agar senantiasa sejalan dengan visi pembangunan daerah.

Bupati Luwu, Patahudding, yang hadir didampingi Wakil Bupati Muh Dhevy Bijak Pawindu dan Penjabat Sekretaris Daerah Muh Rudi, menyambut positif dilantiknya nakhoda baru MUI Luwu ini. Patahudding menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan kehadiran dan peran aktif MUI sebagai mitra strategis, terutama dalam merumuskan berbagai kebijakan yang berkaitan erat dengan kemaslahatan umat.

Pemerintah Kabupaten Luwu menaruh harapan besar agar jajaran pengurus MUI yang baru dilantik dapat segera berkolaborasi merumuskan strategi dakwah yang lebih efektif. Tantangan degradasi moral di tengah pesatnya teknologi dinilai memerlukan langkah antisipasi konkret dari kolaborasi antara ulama dan aparat pemerintahan. Kehadiran MUI diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada umat sekaligus bersama-sama menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat Luwu.(*)