GEMAERA.ID, Luwu Utara – Viral di media sosial memperlihatkan seorang siswi SMP dikeroyok oleh 2 siswi lainnya di sebuah kebun kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel).  Pengeroyokan tersebut terjadi diduga gegara korban sempat menghina status dari orang tua pengeroyok.

“Iye itu semua warga saya, cuma berkelahi di desa sebelah. Saya sudah panggil semuanya tapi yang korban dikeroyok belum bisa datang, katanya masih menunggu orang tuanya. Tapi informasi awalnya itu dari pengeroyok katanya gara-gara mamanya dibilangkan selingkuh,” kata Kepala Desa Harapan, Wendri, Selasa (31/3/2026).

Wendri mengungkapkan, pengeroyokan tersebut terjadi di Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Lutra pada Senin (23/3). Dia mengaku, baru mengetahui adanya kejadian tersebut usai videonya viral di media sosial.

“Saya baru tahu tadi malam, jadi kami panggil semuanya. Cuma ibu yang korban ini masih diluar daerah, kayaknya masih di Luwu Timur,  jadi saya tunggu dulu datang. Cuma sampai detik ini belum ada informasi,” ungkapnya.

“Saya tadi malam itu tunggu sampai jam 11 malam, karena kita mau tahu siapa tahu bisa diselesaikan secara kekeluargaan, karena semalam ini masih sepihak kami dengarkan,” tambahnya.

Wendri menjelaskan,  tidak ada luka serius akibat pengeroyokan tersebut. Dia menyebut, salah satu pengeroyok justru memiliki luka pada bagian lutut.

“Kalau informasi semalam ini, katanya sudah baku maaf mereka melalui chat. Ini yang kami belum bisa pastikan kebenarannya, karena masih sepihak kami dengar, apakah karena takutji atau kenapa,” bebernya.

“Hanya sajakan kami disini membantu mau mediasikan, apapun jalur yang ditempuh nantinya itu hak kedua bela pihak,” tutupnya.

Pada video yang beredar, terlihat seorang siswi tidak menggunakan kerudung dikeroyok oleh dua perempuan lainnya. Perempuan pengeroyok tersebut terlihat menggunakan seragam olahraga berwarna hitam, dan satunya menggunakan baju biru dan rompi hitam.

Terlihat pula, korban tersebut awalnya ditampar beberapa kali sembari diteriaki terkait alasan menghina orang tua pengeroyok. Setelah itu, kemudian terlihat perkelahian antar keduanya.

Beberapa saat kemudian, perempuan lainnya ikut membantu dengan menarik rambut dan membanting korban. Nampak pula, beberapa kali pukulan dilayangkan ke bagian kepala dan belakang korban.

Selain itu, terlihat beberapa orang asik menonton kejadian tersebut sembari berteriak. Ada pula yang sempat memisahkan namun pemukulan tetap terjadi.